<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Inspirasi Archives - Bang Jazz</title>
	<atom:link href="https://bangjazz.my.id/category/inspirasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bangjazz.my.id/category/inspirasi/</link>
	<description>Tempat Belajar Bisnis Online Dari Nol</description>
	<lastBuildDate>Sun, 05 Jun 2022 13:59:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://bangjazz.my.id/wp-content/uploads/2022/08/LOGO-BJ-NEW-BLACK-150x150.png</url>
	<title>Inspirasi Archives - Bang Jazz</title>
	<link>https://bangjazz.my.id/category/inspirasi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Menghina Tuhan</title>
		<link>https://bangjazz.my.id/menghina-tuhan/</link>
					<comments>https://bangjazz.my.id/menghina-tuhan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Jesse Wicaksono]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Mar 2021 08:09:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bangjazz.my.id/?p=3838</guid>

					<description><![CDATA[Tanpa Kita Sadari, Bahwa Selama Ini Kita Telah Menghina Tuhan Kita]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[		<div data-elementor-type="wp-post" data-elementor-id="3838" class="elementor elementor-3838" data-elementor-settings="{&quot;ha_cmc_init_switcher&quot;:&quot;no&quot;}" data-elementor-post-type="post">
						<section class="elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-80ddb58 elementor-section-boxed elementor-section-height-default elementor-section-height-default" data-id="80ddb58" data-element_type="section" data-settings="{&quot;_ha_eqh_enable&quot;:false}">
						<div class="elementor-container elementor-column-gap-default">
					<div class="elementor-column elementor-col-100 elementor-top-column elementor-element elementor-element-98b0ad7" data-id="98b0ad7" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
						<div class="elementor-element elementor-element-d7cf12c elementor-widget elementor-widget-text-editor" data-id="d7cf12c" data-element_type="widget" data-widget_type="text-editor.default">
				<div class="elementor-widget-container">
									
<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" class="aligncenter" src="https://image.freepik.com/free-vector/paris-city-sign-composition_1284-35849.jpg" alt="" /></figure>

<p class="has-drop-cap has-normal-font-size">Ramai dibicarakan tentang seorang karikatur membuat sindiran bahkan hinaan dengan menggambarkan Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wassalam dengan hal – hal yang tidak pantas di tujukan kepada Beliau. Yang lebih menyakitkan lagi adalah tanggapan kepala negaranya yang seakan² mendukung atau bahkan memang benar mendukung si pelakunya dengan alasan kebebasaan berekpresi dan berpendapat.</p>

<p class="has-normal-font-size">Saya rasa, semua pemeluk agama tidak suka pemuka agamanya di hina atau dijadikan candaan dan ejekan. Karena itu melampaui batas</p>

<p class="has-normal-font-size">Saya berdoa semoga Allah azza wajalla memberikan balasan yang setimpal dengan apa yang mereka perbuat.</p>

<p class="has-normal-font-size">Tetapi,</p>

<p class="has-normal-font-size">Menghina Tuhan itu tidak harus menginjak – injak kitab suci Agama.</p>

<p class="has-normal-font-size">Menghina Tuhan tidak harus memain-mainkan nama nabinya.</p>

<p class="has-normal-font-size">Tapi besok kita khawatir engga bisa makan,<br />Besok Kita khawatir ga bisa dapat uang,<br />Besok kita khawatir ga lulus ujian,,<br />Besok kita khawatir ga dapat jodoh.<br />Besok usaha saya laku apa engga<br />Dan sebagainya</p>

<p class="has-normal-font-size">Itu sudah menghina tuhan tanpa kita sadari. Bahwa sesungguhnya rezeki sudah di tetapkan bagi setiap makhluk hidup.</p>

<p class="has-normal-font-size">Berapa banyak orang yang tidak menginjak² kitab suci dan memainkan nama nabinya, tetapi setiap hari dia khawatir besok gimana.</p>

<p>Semoga Manfaat</p>

<p>Ingin belajar bagaimana cara berjualan di online dengan benar, saya akan share ilmunya setiap Senin dan Kamis Malam setiap minggunya. Silahkan ketuk <strong><a href="https://wasap.at/22sxbY" target="_blank" rel="noreferrer noopener">DISINI</a></strong></p>
								</div>
				</div>
					</div>
		</div>
					</div>
		</section>
				</div>
		]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://bangjazz.my.id/menghina-tuhan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pentingnya Berfikir Jernih dan Kreatif</title>
		<link>https://bangjazz.my.id/pentingnya-berfikir-jernih-dan-kreatif/</link>
					<comments>https://bangjazz.my.id/pentingnya-berfikir-jernih-dan-kreatif/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Jesse Wicaksono]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 Jan 2021 06:34:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bangjazz.my.id/?p=2959</guid>

					<description><![CDATA[Era pandemi ini, bukan lah situasi yang mengharuskan kita pasrah, tetapi harus berfikir tenang,Jernih dan kreatif agar kita mampu melihat solusi dari persoalan hidup kita masing - masing]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-drop-cap has-normal-font-size">Beberapa  tahun yang lalu, di sebuah kota kecil indah di bagian negara Italia, ada seorang pemilik usaha kecil berhutang sejumlah besar uang kepada rentenir.</p>



<figure class="wp-block-image size-large is-resized"><img fetchpriority="high" decoding="async" src="https://images.pexels.com/photos/4946545/pexels-photo-4946545.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;dpr=1&amp;w=500" alt="" width="704" height="469"/></figure>



<p class="has-normal-font-size">Sang rentenir adalah orang yang sangat tua, tidak menarik, kebetulan menyukai putri pemilik usaha itu.</p>



<p class="has-normal-font-size">Dia menawarkan kepada sang pengusaha sebuah kesepakatan yang akan sepenuhnya menghapus hutang yang dia miliki.</p>



<p class="has-normal-font-size">Si rentenir berjanji akan menghapus hutang jika dirinya bisa menikahi putri pengusaha ini.</p>



<p class="has-normal-font-size">Namun sang pemilik usaha menolak mentah-mentah keinginan si rentenir.</p>



<p class="has-normal-font-size">Sang rentenir berusaha menipu sang pengusaha. Dia mengatakan bahwa dirinya akan memasukkan dua kerikil ke dalam tas, satu putih dan satu hitam.</p>



<p class="has-normal-font-size">Anak perempuan itu kemudian harus mengambil kerikil dalam tas. Jika hitam, hutang akan dihapus, tetapi rentenir akan menikahinya.</p>



<p class="has-normal-font-size">Jika putih, hutang itu juga akan dihapus, tetapi anak perempuan itu tidak harus menikahi sang rentenir.</p>



<p class="has-normal-font-size">Si rentenir berjalan ke luar kemudian membungkuk dan mengambil dua kerikil di pelataran yang banyak batu kecil.</p>



<p class="has-normal-font-size">Ketika dia mengambilnya, anak perempuan itu melihat bahwa si rentenir mengambil dua kerikil hitam dan memasukkan keduanya ke dalam tas.</p>



<p class="has-normal-font-size">Singkat cerita, pemilik usaha kemudian meminta putrinya untuk merogoh ke dalam tas dan mengambil satu kerikil.</p>



<p class="has-normal-font-size">Anak perempuan ini secara teori memiliki tiga pilihan untuk apa yang bisa ia lakukan:</p>



<ol class="wp-block-list"><li>Menolak untuk mengambil kerikil dari tas.&nbsp;</li><li>Mengeluarkan kedua kerikil dari tas dan membiarkan si rentenir malu sendiri.&nbsp;</li><li>Ambil kerikil dari tas walaupun tahu bahwa kerikil itu hitam dan mengorbankan diri sendiri untuk kebebasan ayahnya.</li></ol>



<p class="has-normal-font-size">Akhirnya, dia mengambil kerikil dari tas dan sebelum melihatnya &#8216;tidak sengaja&#8217; menjatuhkannya ke tengah-tengah kerikil lainnya. Dia berkata kepada si rentenir;</p>



<p class="has-normal-font-size">“Oh, maaf batunya jatuh. Tapi, jika Anda melihat ke dalam tas, Anda akan dapat mengetahui kerikil mana yang saya ambil. ”</p>



<p class="has-normal-font-size">Kerikil yang tersisa di tas itu jelas berwarna hitam dan karena sang rentenir tidak mau dipermalukan, dia harus bermain bersama seolah-olah kerikil yang dijatuhkan anak perempuan berwarna putih dan membebaskan hutang ayahnya.</p>



<p class="has-normal-font-size">Bisa bayangkan jika si wanita tersebut menerima dengan pasrah karena situasi dan kondisinya. Bahwa dalam situasi apapun berusahalah untuk tetap mengkontrol pikiran kita agar tetap tenang dan jernih agar tidak terjebak dari niatan jahat seseorang.</p>



<p class="has-normal-font-size">Era pandemi ini, bukan lah situasi yang mengharuskan kita pasrah, tetapi harus berfikir tenang,Jernih dan kreatif agar kita mampu melihat solusi dari persoalan hidup kita masing &#8211; masing</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://bangjazz.my.id/pentingnya-berfikir-jernih-dan-kreatif/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Setiap Manusia Memiliki Kisah Hidup</title>
		<link>https://bangjazz.my.id/setiap-manusia-memiliki-kisah-hidup/</link>
					<comments>https://bangjazz.my.id/setiap-manusia-memiliki-kisah-hidup/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Jesse Wicaksono]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 Jan 2021 06:06:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bangjazz.my.id/?p=2954</guid>

					<description><![CDATA[Seorang lelaki berusia 24 tahun sedang berada di kereta api bersama dengan ayahnya. Ia melihat keluar melalui jendela kereta api dan berteriak, “Ayah, lihat pohon-pohon itu berjalan!” Ayahnya tersenyum, namun pasangan muda yang duduk di dekatnya, memandang perilaku kekanak-kanakan lelaki yang berusia 24 tahun dengan kasihan. Tiba-tiba lelaki tersebut kembali berseru … “Ayah, awan itu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image alignwide size-large"><img decoding="async" src="https://images.pexels.com/photos/4352151/pexels-photo-4352151.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;dpr=1&amp;w=500" alt=""/><figcaption><em>Sumber : Pexels.com</em></figcaption></figure>



<p class="has-drop-cap has-black-color has-text-color has-normal-font-size">Seorang lelaki berusia 24 tahun sedang berada di kereta api bersama dengan ayahnya. Ia melihat keluar melalui jendela kereta api dan berteriak,</p>



<p class="has-normal-font-size">“Ayah, lihat pohon-pohon itu berjalan!”</p>



<p class="has-normal-font-size">Ayahnya tersenyum, namun pasangan muda yang duduk di dekatnya, memandang perilaku kekanak-kanakan lelaki yang berusia 24 tahun dengan kasihan. Tiba-tiba lelaki tersebut kembali berseru …</p>



<p class="has-normal-font-size">“Ayah, awan itu terlihat berlari mengejar kita!”</p>



<p class="has-normal-font-size">Pasangan ini tidak bisa menahan rasa risih mereka dan berkata kepada orang tua lelaki tersebut,</p>



<p class="has-normal-font-size">“Mengapa anda tidak membawa anak anda ke dokter ahli jiwa?” Orang tua itu tersenyum dan berkata…</p>



<p class="has-normal-font-size">“Saya sudah membawanya ke dokter, dan kami baru saja pulang dari Rumah Sakit. Anak saya buta sejak lahir, dia baru bisa mendapatkan donor mata dan baru bisa melihat hari ini”.</p>



<p class="has-normal-font-size">Setiap orang di dunia ini memiliki sebuah cerita tersendiri.&nbsp;Jangan menilai orang lain sebelum anda benar-benar mengenal mereka.&nbsp;Karena kenyataannya yang terjadi mungkin dapat mengejutkan anda.</p>



<p><em>Sumber : <a href="https://successbefore30.co.id/5-cerita-pendek-yang-dapat-memotivasi-dan-menginspirasi-anda/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Succesbefore30</a></em></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://bangjazz.my.id/setiap-manusia-memiliki-kisah-hidup/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>THE CEO WHO FAILED TO UNDERSTAND THE MILLENNIALS</title>
		<link>https://bangjazz.my.id/the-ceo-who-failed-to-understand-the-millennials/</link>
					<comments>https://bangjazz.my.id/the-ceo-who-failed-to-understand-the-millennials/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Jesse Wicaksono]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Dec 2020 11:27:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bangjazz.my.id/?p=1481</guid>

					<description><![CDATA[Saya ingin mengangkat salah satu artikel yang dia tulis dan artikel ini menjadi favorit saya untuk memotivas diri untuk lebih berfikir Millenials, Selamat membaca.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-drop-cap has-normal-font-size">Ada yang kenal dengan beliau ? Pambudi Sunarsihanto adalah seorang Human Resources Director yang pernah bekerja di 7 negara dan berjalan-jalan ke 48 negara, kini Ketua Umum Perhimpunan Manajemen Sumber Daya Manusia (PMSM) Indonesia. Pambudi senang sharing pengalamannya dan membagikan aneka tips bagaimana memotivasi diri dan mengembangkan karier di era global ini. Bermain sulap adalah hobinya dan dia menjadi certified member of British Magic Circle, London, UK.</p>



<p class="has-normal-font-size">Saya ingin mengangkat salah satu artikel yang dia tulis dan artikel ini menjadi favorit saya untuk memotivas diri untuk lebih berfikir Millenials, Selamat membaca.</p>



<p class="has-normal-font-size">Cerita nyata ini diceritakan oleh seorang talent ke saya. Suatu saat ada seorang CEO di sebuah perusahaan terkenal di Indonesia sedang menyampaikan speech tentang perkembangan bisnis dan challenge yang perusahaan akan hadapi tahun depan.</p>



<figure class="wp-block-image size-large is-resized"><img decoding="async" src="https://images.pexels.com/photos/1708936/pexels-photo-1708936.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;dpr=1&amp;w=500" alt="" width="821" height="547"/></figure>



<p class="has-normal-font-size">Saat itu ada seorang millennial yang sedang asyik mengetik di SmartPhone.<br>Sang CEO pun murka, ”Heyyyy! Siapa kamu? CEO sedang speech kok kamu malah ngetik di SmartPhone!!! Tidak sopan!!!</p>



<figure class="wp-block-image size-large is-resized"><img decoding="async" src="https://images.pexels.com/photos/1708988/pexels-photo-1708988.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;dpr=1&amp;w=500" alt="" width="804" height="535"/></figure>



<p class="has-normal-font-size">Sang millennial menjawab,”Saya pikir yang Bapak sampaikan itu keren banget pak. Langsung saya sampaikan di Twitter saya. Langsung ada ratusan yang follow. Dan banyak yang bilang ke saya di sana. Katanya CEO saya keren dan inspiring banget pak. Saya pikir hal-hal begini harus saya sampaikan ke banyak orang Pak. Do you want me to stop?”<br>(Dia mengatakan itu sambil menunjukkan smartphone ya yang layarnya memang menunjukan Twitternya).</p>



<p class="has-normal-font-size">CEO itu pun merasa tertampar, karena telah berprasangka buruk kepada anak millennial itu. Dan suasana itu menggambarkan banyak situasi yang terjadi saat ini. Di mana banyak sekali generasi “tua” gagal memahami perilaku generasi millennial dan menilai mereka sebagai tidak sopan. Padahal sebenarnya memang communication dan personality style yang berbeda. Situasi di mana mereka dicap sebagai bosenan padahal memang mereke perlu tantangan yang berbeda setiap saat ).</p>



<figure class="wp-block-image size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://images.pexels.com/photos/3184291/pexels-photo-3184291.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;dpr=1&amp;w=500" alt="" width="851" height="567"/></figure>



<p class="has-normal-font-size">Hal ini sama persis seperti anak lulusan universitas ternama yang baru saja di bully oleh masyarakat karena menolak tawaran gaji 8 juta. Bahkan di sebuah social media ada yang komentar, ”Jaman sekarang lu yang butuh perusahaan, bukan perusahaan yang butuh lu!” Well, not necessarily. Saya pernah mengenal seorang yang baru lulus S-1 dan mendapatkan empat tawaran kerja (di empat perusahaan yang berbeda), yang gajinya belasan juta rupiah per bulan. Ada posisi seperti itu (biasanya Management Trainee di perusahaan besar), dan ada millennial seperti itu (yang punya empat tawaran kerja yang bagus itu).</p>



<p class="has-normal-font-size">Jadi sebelum kita menghakimi, mem-blaim dan mengkritik di social media, ada baiknya kita mengenal karakter mereka terlebih dahulu, jangan seperti CEO di atas (yang mempermalukan dirinya sendiri).</p>



<figure class="wp-block-image size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://images.pexels.com/photos/3760778/pexels-photo-3760778.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;dpr=1&amp;w=500" alt="" width="853" height="568"/></figure>



<p class="has-normal-font-size">They are different. Mereka berbeda, dan jangan pernah membandingkan mereka dengan generasi sebelumnya. Jangan pernah membandingkan mereka dengan generasi jadul yang mau melakukan pekerjaan yang sama bertahun-tahun.</p>



<p class="has-normal-font-size">Jangan menyamakan mereka dengan orang-orang tekun yang mau dibayar murah untuk mengerjakan pekerjaan yang membosankan. Mereka kreatif, mereka cerdas , dan mereka merasa mereka berhak mendapatkan penghargaan yang lebih keras karena mereka bekerja keras dengan cerdas.</p>



<p class="has-normal-font-size">Di masa depan, customer anda adalah generasi millennial. Berarti anda harus mengenal mereka agar anda mengerti bagaimana product-product anda mampu menarik perhatian mereka.</p>



<p class="has-normal-font-size">Di masa depan (sebentar lagi), talent-talent anda dan leader-leader anda adalah generasi millenial. Kalau anda gagal mengerti mereka, mereka tidak akan mau join perusahaan anda.</p>



<figure class="wp-block-image size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://images.pexels.com/photos/2777898/pexels-photo-2777898.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;dpr=1&amp;w=500" alt="" width="679" height="849"/></figure>



<p class="has-normal-font-size">Ingat, mereka punya pilihan, dan kalau anda tidak mampu memahami mereka, mereka akan lebih memilih untuk join perusahaan lain, (anda mungkin hanya akan mendapatkan yang kelas 2 atau kelas 3 secara quality), dan kalau yang terbaik akan join perusahaan saingan anda, anda malah repot nantinya.</p>



<p class="has-normal-font-size">Dan inilah mengapa semua leader, bukan hanya CEO, tapi semua team leader harus benar benar mampu mengerti dan menginspirasi Millennial.</p>



<p class="has-normal-font-size">“Tetapi millennial itu kutu loncat pak, mereka pindah dari satu perusahaan ke perusahaan lain setiap tahun!”, keluh seorang peserta di seminar saya. Keluhan itu justru menunjukkan bahwa anda tidak mengenal mereka. Karena kalau anda mampu mengenal mereka dan menginspirasi mereka, mereka akan menjadi karyawan yang paling loyal, berprestasi maximal dan berpotensi menjadi leader. Mereka loncat karena anda yang tidak mampu menginspirasi mereka.</p>



<p class="has-normal-font-size">Pertanyaannya ,”Apakah anda mampu menginspirasi mereka?” Dan menginspirasi mereka dimulai dengan mengenal mereka?</p>



<figure class="wp-block-image size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://images.pexels.com/photos/3831849/pexels-photo-3831849.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;dpr=1&amp;w=500" alt="" width="761" height="1142"/></figure>



<p class="has-normal-font-size">Anak saya yang kedua bernama Nadia. Hobbynya naik kuda di Sentul. Kudanya besar banget, hitam legam dan sangat kuat. Saya tahu kuda itu bisa berlari cepat sekali.</p>



<p class="has-normal-font-size">Tetapi saya tahu bahwa kuda itu juga bisa melemparkan tubuh mungil Nadia dan Nadia akan jatuh kesakitan. Tetapi somehow, Nadia mampu mengendalikan kuda itu. Saya bertanya ke Nadia,”How do you do it? Nadia bilang, ”Trainer saya mengajari saya bahwa saya harus breath and behave like the horse”</p>



<p class="has-normal-font-size">Nadia harus bernafas dan berperilaku seperti kuda! Maksudnya apa? Kalau Nadia ketemu kuda itu, Nadia harus mengerti apakah kudanya sedang marah, sedang happy, sedang sedih atau apa. Kalau kudanya masih marah Nadia akan berdiri di sampingnya, dan berbicara dengan kuda, dan menunggu saat yang tepat untuk naik kuda itu Kalau kudanya sedih, Nadia akan menghiburnya. Kalau kudanya lagi happy, Nadia akan mengajaknya bermain.</p>



<p class="has-normal-font-size">Saya bertanya,”But how do you understand their feeling?” Nadia menjawab, “Because I spend a lot of time with them, now I understand them.” Voila!</p>



<p class="has-normal-font-size">Pertanyaan saya ke anda…<br>⁃ Apakah anda mengenal talent-talent millenial anda?<br>⁃ Seberapa banyak anda menghabiskan waktu bersama mereka?</p>



<p class="has-normal-font-size">Banyak sekali leader yang bilang ke saya,”People is our No.1 asset. People development is my priority”</p>



<p class="has-normal-font-size">Terus saya bertanya,”Tunjukkan ke saya jadwal meeting anda. Tunjukkan ke saya berapa jam seminggu yang anda habiskan untuk mengelola Asset No.1 anda? Tunjukkan berapa jam anda habiskan untuk mengerjakan priority anda?” Dan mereka tersenyum malu.</p>



<p class="has-normal-font-size">Saya sangat mengerti bahwa kita harus mengembangkan generasi millennial. Karena potensi mereka yang hebat (smart, fast and digitally connected). Tetapi juga kita harus mengenali karakter mereka yang harus kita kembangkan (communication style, kesabaran, dan teamworking).<br>Tetapi bagaimana anda akan mengembangkan mereka kalau anda tidak mengenal mereka?</p>



<p class="has-normal-font-size">Lakukan beberapa hal di bawah ini …</p>



<figure class="wp-block-image size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://images.pexels.com/photos/3868869/pexels-photo-3868869.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;dpr=1&amp;w=500" alt="" width="819" height="545"/></figure>



<p class="has-medium-font-size"><strong>a) SPEND TIME WITH THEM</strong></p>



<p class="has-normal-font-size">Habiskan waktu bersama mereka. Ikuti gaya dan style mereka. Hang-out dan ngopi bersama mereka. Ikut pergi ke tempat yang mereka suka. Coba baca dan cari informasi yang menarik bagi mereka. Ini akan berguna untuk membuka dan mencairkan pembicaraan, You did it for your customer, why you would not do it for your talents?</p>



<figure class="wp-block-image size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://images.pexels.com/photos/1181712/pexels-photo-1181712.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;dpr=1&amp;w=500" alt="" width="809" height="539"/></figure>



<p class="has-medium-font-size"><strong>b) LISTEN TO THEM</strong></p>



<p class="has-normal-font-size">Pada saat anda bertemu dengan mereka, wajar sekali bila mereka ingin mendengarkan pengalaman anda, dan anda juga ingin sharing pengalaman anda, wajar, anda kan lebih senior. But this is not the objective. The objective is so you can listen and understand them. Maka cobalah untuk</p>



<p class="has-normal-font-size">menanyakan beberapa pertanyaan seperti;<br>“Hobby anda apa?”<br>“Apa mimpi atau cita-cita yang ingin anda capai dalan hidup”<br>“Sebenarnya anda paling suka pekerjaan dengan nature seperti apa?”</p>



<p class="has-normal-font-size">Mulailah dengan pertanyaan seperti itu dan lanjutkan dengan pertanyaan lain. Fokuslah pada beberapa sharing anda tapi kemhdian anda harus lebih banyak mendengarkan mereka</p>



<figure class="wp-block-image size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://images.pexels.com/photos/3874033/pexels-photo-3874033.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;dpr=1&amp;w=500" alt="" width="797" height="531"/></figure>



<p class="has-medium-font-size"><strong>c) UNDERSTAND THEM</strong></p>



<p class="has-normal-font-size">Next step, catatlah dan tariklah benang merah dari apa yang anda dengarkan. Dan buatlah analisa dan kesimpulan:<br>⁃ apakah sebenarnya yang penting bagi mereka<br>⁃ apakah yang menjadi mimpi dan cita-cita mereka<br>⁃ suasana kerja seperti apa yang mereka inginkan<br>⁃ apa yang mereka ingin banggakan kepada teman-teman mereka?</p>



<figure class="wp-block-image size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://images.pexels.com/photos/3867604/pexels-photo-3867604.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;dpr=1&amp;w=500" alt="" width="807" height="538"/></figure>



<p class="has-medium-font-size"><strong>d) HELP THEM</strong></p>



<p class="has-normal-font-size">Setelah anda mengerti cita-cita dan impian mereka, bantulah mereka untuk mewujudkannya.<br>⁃ Pinjemin buku anda<br>⁃ Kirimkan mereka ke training-training yang akan membuat mereka berkembang<br>⁃ Coaching mereka<br>⁃ Kenalkan pada teman-teman anda: Bantu mereka mengembangkan network mereka<br>⁃ Berikan mereka project dan assignmeng yang membuat mereka berkembang, dan bukan hanya pekerjaan rutin yang memang harus dikerjakan setiap hari</p>



<figure class="wp-block-image size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://images.pexels.com/photos/1036641/pexels-photo-1036641.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;dpr=1&amp;w=500" alt="" width="844" height="562"/></figure>



<p class="has-medium-font-size"><strong>e) WORK WITH THEM</strong></p>



<p class="has-normal-font-size">Bekerjalah bersama mereka. Artinya kalau lagi bekerja dengan mereka anggaplah mereka sebagai kolega yang selevel, dan mintalah pendapat mereka juga. Jangan sampai mereka hanya disuruh-suruh. Ingat, they are smart, fast and digitally connected. Berarti mereka punya banyak ide-ide baru, berdasarkan pengetahuan yang mereka dapatkan dari digital world. Get their ideas, use and experiment their ideas.</p>



<figure class="wp-block-image size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://images.pexels.com/photos/3884178/pexels-photo-3884178.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;dpr=1&amp;w=500" alt="" width="845" height="527"/></figure>



<p class="has-medium-font-size"><strong>f) LEARN FROM THEM</strong></p>



<p class="has-normal-font-size">Kita kan juga perlu untuk meningkatkan dan mengupdate kemampuan kita kan? Padahal mungkin saja millenial itu lebih mengerti dan lebih update tentang:<br>⁃ Fintech<br>⁃ Digital marketing<br>⁃ Data analytic<br>⁃ Artificial Intelligences<br>⁃ Cognitive flexibility<br>⁃ Gamification<br>⁃ …etc</p>



<p class="has-normal-font-size">Ada baiknya kita bisa belajar dari mereka. Konsepnya berubah dari<br>mentoring menjadi reverse-mentoring (yang tua belajar dari yang muda), atau bahkan lebih baik lagi mutual-mentoring (saling belakar antara generasi yang lebih senior dengan generasi millennial).</p>



<p class="has-normal-font-size">Jadi ingat ya, untuk menarik generasi millennial, mengembangkan mereka dan membuat mereka loyal di perusahaan anda, lakukan beberapa hal ini:</p>



<p class="has-normal-font-size">* Spend time with them<br>* Listen to them<br>* Understand them<br>* Help them<br>* Work with them<br>* Learn from them</p>



<p class="has-normal-font-size">Because in the end of the day, you need go understand them before you can INSPIRE them.</p>



<p class="has-normal-font-size">Salam Hangat</p>



<p class="has-normal-font-size">Pambudi Sunarsihanto</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://bangjazz.my.id/the-ceo-who-failed-to-understand-the-millennials/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
